Skip to main content

Posts

Showing posts with the label life

Jatuh

Tak sedikit ketika berjalan, dirimu akan tersandung Sama seperti perjalanan ini, gelap dan penuh marabahaya Sehingga diri ini menangis sesak dalam dada Karena diri ini tak hanya tersandung, namun jatuh , jatuh tersungkur Kejatuhan demi kejatuhan perlahan diri ini lalui Sudah tak tahu seberapa banyak luka Sudah tak peduli berapa deras air mata yang mengalir Kejatuhan demi kejatuhan itu semakin menyayat duka Hingga, akhirnya dalam gelap, dalam kejatuhan Diri ini mulai merangkak, mulai mencoba berjalan dan berlari Menembus kegelapan yang pekat sangat pekat Namun, sayang, diri ini terjatuh lagi , lagi dan lagi Nafas semakin menipis seiring diri ini mencoba bangkit Otot-otot mulai melemas sejalan ku coba kuatkan pijakan Sinar mata mulai bias sesaat ku coba untuk mencari cahaya Lidah kelu bukan main, saat ingin bertanya dan berdoa Jatuh, tersungkur Hilang, terlupakan Mungkin adalah takdir terperih namun terbaik bagi diri Ah, siapa yang tahu, karena kejatuhan membuat di...

Aku, adalah ...

aku, adalah kebohongan penuh dengan fatamorgana kata hingga jalanku goyah tak karuan kemana dan kemana aku, adalah kehilangan penuh dengan sesak tangis hingga nafasku tersengal perlahan lepas dan lepas aku, adalah kerinduan penuh dengan doa dan harapan hingga waktu menjadi jembatan kesana dan kesana aku, adalah kesepian penuh dengan kekosongan hingga malam dingin menghujam dalam dan dalam lalu aku bertanya, siapa aku lantas aku bertanya, dimana aku sungguhpun senja dan fajar berlalu aku tetaplah aku

Simpang Lima Gumul, Arc de triomphe - nya Kediri - Trip Libur Lebaran Part Three

Ini adalah rangkaian terkahir perjalanan libur lebaran kemarin, lama banget post nya, karena saya dua minggu ini berkutat dengan UAS. Jadi daripada tidak di post, sekalian saja lah.. Setelah dari Bendungan Wonorejo, emm.. By the way ternyata Bendungan Wonorejo merupakan salah satu waduk terbesar di Indonesia (baru tahu juga sih). Kami melanjutkan perjalanan ke Kota Kediri. Kami menempuh perjalanan bermotor kurang lebih 1-2 jam kalau tidak salah. Tujuan kami selanjutnya adala Simpang Lima Gumul, sebuah tempat ikonik di Kediri, di mana di sana terdapat sebuah landmark yang mirip dengan Arc de triompe di Paris, Perancis. Akhirnya setelah melakukan perjalan bermotor yang ditemani rasa kantuk. haha.. kami sampai juga di Simpang Lima Gumul, waktu itu rame banget dan panas sekali, -_-

Dan... Tentang Kehadirannya

Apakah kau pernah menerka, jika langkah kaki mu menuntun kau ke jalan sejauh ini Apakah kau pernah mengira, jika jalan panjang itu kini perlahan menyisakan sepenggal cerita Tentang sakit, tentang tawa, tentang harapan , tentang persahabatan, tentang keluarga, tentang lelah , dan tentang semua hal yang mewarnai perjalananmu di sini. Tentang semua hal yang sebenarnya tak kau inginkan dan pikirkan untuk ada dan hadir, namun kini menyapa jiwa mu dengan santun dan penuh pengertian tentang kehadirannya, yang tak pernah terduga sebelumnya tentang kehadirannya, yang sedikit membuat langkah ini kembali berjalan pelan tentang kata yang tertahan dalam sukma yang enggan keluar tentang rindu yang tak terobati , dan hanya simbolis dalam doa Terkaanmu kini mulai tak beraturan, kenapa kau ini? diamkah? atau bagaimanakah? Perkiraanmu kini mulai bias dan tak terukur, ada apa dengan semua ini? atau hanya kau perlu mencobanya sekali lagi? Sejujurnya , dalam hatimu, kau berusaha ...

Teruntuk Anonim - Manusia yang Lelah dengan Perjuangannya

Mungkin kau akan bosan dengan semua hal ini. Ketika dirimu mulai tak menampakkan tanda-tanda lepas dari peliknya masalah yang menyelimut hati, jiwa dan ragamu. Ketika malam jauh lebih dingin kau rasakan, membuat tulang merasa tersunyut ujung jarum. Ketika dirimu mulai nampak bercucur keringat hanya untuk membela dan mempertahankan apa yang selama ini menurut dirimu adalah yang terbaik bagi orang lain, meski kadang hal tersebut sering bertentangan dan bahkan berusaha keras melawan nurani mu. Mungkin kau akan merasakan penat yang luar biasa. Ketika dirimu mulai memendam sakit dan perihnya luka yang ada dalam nurani mu itu. Mungkin kau berpikir, ini adalah jalan terbaik dalam mengabdi dan berserah diri dengan hal yang lebih massiv dan kolektif, ketimbang kau memuaskan diri dengan nafsu individu yang tak ber no rma. Kau mungkin tahu dirimu , kadang kebaikan mu yang sungguh tak terhingga ukurannya itu telah dimanfaatkan sejumlah oknum yang bermain begitu halus di sekitar kehidupan...

Hey, Apa kabar kau di sana ?

Hey, apa kabar kau di sana? Rasanya lama sudah retina mata ini tak melihat bias sosok mu Ku harap dirimu masih baik baik saja di sana Seperti terakhir kali kedua lidah ini mengucap dan memperjelas tentang semuanya Seperti ketika pertemuan yang tak sengaja ku sengajakan itu terjadi begitu saja Hey, apa kabar kau di sana? Rasanya lama sudah kiranya aku tak mendengar getar nada suara mu Ku harap dirimu masih mampu berucap sebaik apa yang kau ucapkan dulu Seperti terakhir kali kau menyadarkan ku tentang semua kekeliruan dan alpa ku Seperti ketika getar suara mu sayup ku dengar meski bukan tertuju untuk diriku Hey, apa kabar kau di sana? Rasanya lama sudah aku tak berpapasan denganmu Ku harap setiap jengkal ku menjauh dan menjauh, kau kan merasa jauh lebih bahagia Ku harap setiap puisi dan prosa tak bertema ini menjadi bukti kerisauan akan dirimu

Acak

Kini, semua nampak tak beraturan. Mencoba untuk menata nya dengan rapi namun justru aku menjatuhkannya lagi. Tak nampak sedemikian rusak memang, namun hal ini harus segera dihentikan. Tak selamanya waktu ini akan memainkan irama yang perlahan mulai menyapa dan mengetuk dalam diam. Aku hanya diam tercengang Perlahan memang semuanya tak seperti yang tergariskan. Himpunan titik - titik itu kini membuat garis, berliku tak beraturan. Titik titik tentang persinggahan dan pertemuan yang tak ada sapa di dalamnya. Titik-titik yang nampak pudar namun tetap aku coba menyatukannya. Hingga akhirnya akan terpisah lagi , lagi dan lagi.  Hem.. memang seperti ini adanya, seperti bola yang menggelinding di bidang miring. Gravitasi yang ditimbulkan mengalahkan gaya gesek yang terjadi. Gravitasi yang menarikku dengan santun namun penuh tarikan erat dan keras. Namun kadang aku terhenti karena gaya gesek yang kasar namun bermakna dalam. Entah sampai mana ku berhenti, di sini atau di sana Wa...

Pagi itu, di puncak bukit di desa tertinggi di Pulau Jawa

Tepat pukul 03.00 WIB alarm Handphone berbunyi nyaring memecah mimpi yang menggerumbuli alam pikiran dari tadi. Selimut tebal segera ku angkat dan dingin yang menusuk tulang pun menyeruak kuat. Dari atas kasur aku berjalan pelan ke kamar mandi dan mencuci muka,lalu berwudhu, luar biasa dingin, sungguh tak pernah ku rasakan dingin yang teramat seperti ini. Iya, pagi itu di Dieng, Dataran tinggi yang termasyur akan keindahan alamnya. Bergegas saya mempersiapkan barang-barang untuk melakukan pendakian "kecil" ke Bukit Sikunir, bukit yang  konon dari sana lah fajar terindah di se antero Jawa akan didapatkan, iya, orang-orang memanggilnya Golden Sunrise. Hem.. saya tak sendirian, bersama seorang sahabat saya akan melakukan perjalanan untuk menyaksikan keagungan Allah yang satu ini. Segera kami berangkat menuju Desa Sembungan, desa tertinggi di Pulau Jawa. Jalan menuju ke sana tak terlalu mulus, karena malam yang memberikan gelap, mungkin. Tapi juga karena dingin yang luar biasa ...

Barangkali senja tak mengijinkan

Barangkali senja sore ini tak mengijinkan untuk sekedar menebar benih bahagia dalam jiwa. Sembari pagi menyapa, mau tak mau setiap hari yang berharga terlalui. Sebuah makna yang teramat sulit untuk dimengerti, entah aku harus diam atau bicara, maka menulis menjadi pilihan melepas penat dalam sukma. Ah, sekalipun saya berusaha untuk berlari sejauh apapun, toh semuanya tetap sama kan? Ah, sepertinya tidak, mungkin dirimu saja yang katakan seperti itu pada hati dan pikirmu. Namun, hal itu tak kan sampai, tak akan pernah sampai. Memang gurat wajah ku tak seperti dulu, sudah terlalu banyak pemikiran yang membuat kerut muka bertambah seiring bertambahnya usia. Sedikit saya mengerti, namun banyak hal dan hikmah belum mampu terungkap. Kesabaran dan nafas yang terus dihembuskan ini seolah , perlahan , pelan mulai usang karena lorong ini begitu panjang. Gelap, kadang ada sinar yang menyapa, kadang ada sinar yang mengajak ke arahnya. Hem, namun semua tetap gelap. Keinginanku akan adanya sin...

Untuk dia yang entah tak tahu dia itu siapa

Pada akhirnya diam ini jadi cara, ketika tak ada lagi jalan yang bisa dipilih. Pada akhirnya luka ini akan tetap ada, entah sampai kapan kan ku simpan. Hingga sebait-dua bait pusi tak berima kutuliskan. Hingga kadang lagu tak ber melodi kunyanyikan. Dalam hening semua itu akan terjaga , semoga Ketika ingin hati berkata, ketika ingin sukma memeluk Maka biarkan canda dan senyum darinya jadi penawar Aku pun mengenal lelah, kala memang semua tak nampak Aku pun mengenal lelah, kala kaki berhenti melangkah Sejenak aku pun diam, bukan karena rasa ini terbungkus lalu ku buang Sejenak aku pun mengusap , mengelus dan merebah Pada akhirnya, jalan ini menjadi pilihan, iya pilihan Kadang ada yang menguatkan, kadang pula aku butuh untuk dikuatkan Mungkin sajak yang tak berima ini akan menghilang, melayang dan tak tentu arah Atau aku yang akan musnah, remuk dan butuh untuk dipapah Pada akhirnya diam ini jadi rindu, setumpuk – dua tumpuk kan menggores kalbu Ketika yang...

Aku mencoba bertanya

Terkadang kita ragu untuk berubah Terkadang kita sulit untuk menyatakan Terkadang kita ragu untuk bertindak dan, Terkadang kita sulit mengatakan Apa yang ku dengar dan ku rasa Mungkin hanya seonggok pikiran yang terbatas masa Apa yang ku resapi dan pahami Mungkin hanya sekedar harap dan mimpi dan, Terkadang kita takut mengatakan Terkadang kita malu untuk bertindak Terkadang kita takut untuk menyatakan Terkadang kita malu untuk berubah Mungkin kini semua tinggal simfoni Apa yang ku coba untuk mengerti Mungkin kini rasanya tinggal asa Apa yang selalu ku coba untuk mewujudkannya Kau tak kan pernah dengar Sekalipun kau mengerti, maka tak kan sampai hatimu Kau tak kan pernah rasakan Sekalipun kau pahami, maka tak kan sampai batinmu Kau tak kan pernah akan tergugah Sekalipun kau sadar, maka tak kan sampai hatimu Kau tak kan pernah akan berpaling Sekalipun kau  renungkan, maka tak kan hilang penatnya batinmu Hanya senandung nyanyian alam yang kan kita rasaka...

Kasihku...

Kasihku, kau ku rindu akan kedamaian mu Ketika surya menyeringai Ketika bulan tersenyum semu Kasihku, kau ku rindu akan keramahan mu Ketika senyum berbalas sapa Ketika canda berbalas tawa Kasihku, kau ku rindu akan ketentraman mu Ketika pundak saling memikul Ketika peluh menetes jatuh terurai Kasihku, kau ku rindu akan semangat mu Ketika pribadi usang karena kebersamaan Ketika perjuangan menjadi semangat melawan keterpurukan Untukmu Indonesiaku Kasihku, Ibu Pertiwi ku tercint Ku rindu akan semua itu

Jalanku Sederhana

Harapku sederhana. Bila dunia patahkan itu semua Jiwa ini akan tersentak dalam diam Hati ini pun akan muram Asaku sederhana Bila takdir tak temui asa Jiwa ini akan terjatuh lemas Hati ini pun akan menangis Mimpiku sederhana Bila kenyataan jadi jawaban Jiwa ini akan terluka namun kadang bahagia Hati ini kadang sendu, kadang tertawa Hidupku tak sederhana Bila dunia, takdir, dan kenyataan menyapa Jiwa dan hati ini akan diam, lemas, terluka , bahagia Jiwa dan hati ini pun akan muram, menangis, sendu, tertawa

Yang Melalaikan

Yang terkadang  Hati tak lagi mampu merasakan, setiap getaran yang datang menghampirinya Yang terkadang Mulut tak lagi kuasa mengatakan, setiap kata yang tertahan Yang terkadang Mata tak lagi mampu memperlihatkan, setiap kebenaran yang tampak Namun bukan itu yang membuat kita mati , bukan itu yang membuat kita hancur berkeping- keping Bukan sakit yang teramat  Bukan lelah  Bukan jenuh Namun, hanya itulah yang terkadang membingungkan Berlari kau kesana kesini,  Melongok matamu kesan kesini Namun tiada kau dengar Namun tiada kau rasa Kemana, kemana hendak kau pergi Kemana, kemana dirimu ini akan kau sandarkan Bukan itu yang hilang Namun, hanya dunia yang fana yang melalaikan

Mencoba Keluar

Ketika segenap jiwa dan tubh ini terhempas angin di atas karang pantai yang menjulang, ku coba memjamkan mata, ku coba membayangkan setiap hal yang terlintas dalam kehidupanku. Ketika terik nya sang surya menyapa ku, aku coba berlindung, aku mencoba bertahan dari sinarnya yang begitu terik. Tak banyak yang bisa ku lakukan selain hanya terdiam, merenung dalam kesepian. Aku selalu mencoba melangkahkan kaki setiap waktu, selangkah , dua langkah, tiga langkah hingga bahkan aku mencoba sekuat tenaga yang tersisa untuk berlari jauh. Aku tak ingin selamanya terdiam dalam kesepian ini. Kesepian yang akan membuatku semakin tak karuan, kesepian yang hanya akan membuatku tak lagi mampu merasakan setiap denyut nadi kehidupan Jauh, memang teramat jauh cahaya itu menyambutku, berat , berat rasanya untuk berlari ke sana. Terkadang aku harus berhenti untuk menghela nafas, berhenti untuk meneguk setetes air, dan berhenti untuk meregangkan otot otot ku yang mulai kaku. Aku sangat ingin ke sana,...

Daun

Bila ku lihat dari kejauhan semuanya seolah berjalan menjauh dari ku. Seolah kehidupan ku terbuang ke sisi lain dari dunia yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Semuanya nampak tak beraturan, semrawut dan tak tertata. Sedikit hal yang bagi ku membanggakan, namun banyak hal bagiku yang mengecewakan bahkan tak termaafkan. Seperti daun yang terjatuh dari tempat ia hidup dan berjuang serta belajar mengerti tentang apa yang  dibebankan kepadanya. Daun itu terhempas jauh tak berarah, menjauh dan tak karuan tujuannya. Hingga akhirnya daun itu pun terjatuh di sebuah sungai, membawa nya serta membasuhnya dalam setiap deru riak air yang membawanya. Nampak daun itu sekarang lebih bersih, namun tubuhnya terkoyak tak karuan karena menghantam bebatuan sungai yang keras. Namun, entah seberapa banyak dan sakitnya koyakan itu, daun itu tetap terbawa arus hingga ke lautan nan biru. Riuh ombak nan merdu membawanya jauh ke tengah samudra. Yang kosong, sepi dan hanya deburan ombak kecil ya...

Aku Hanya Ingin

Ketika bait bait puisi itu mulai terulang kembali Ketika rima rima nan indah itu tercipta lagi Aku hanya ingin menjadi ketika aku terlahir di dunia ini Aku hanya ingin menjadi sebuah tiupan jiwa yang baru Aku hanya ingin mengerti cara menangis, tertawa dan tersenyum Aku hanya ingin belajar meraih dan merayap

Harapkan

"Karena saat kau tumbuh dewasa, beberapa hal tidak sesuai apa yang kau harapkan" Terkadang memang kehidupan tak berpihak kepada diri kita. Seolah kita terasingkan dalam sebuah komunitas. Seolah usaha dan segala upaya kita tak mampu memberikan apa yang kita inginkan. Seolah semuanya musnah dalam sekejap saja. Seolah tak tersisa sedikitpun bekas bekas indahnya harapan yang telah begitu indah kita rangkai dalam angan. Hai kau orang orang yang penuh impian. Sejauh mana kau letakkan mimpi - mimpi mu itu. Setinggi apa kau gantungkan harap dan impian mu itu. Impian yang hanya tinggal bualan. Impian yang hanya tinggal goresan purba yang bermaterikan tinta. Yah... setidaknya kita punya mimpi mimpi gila yang mampu membuat kita bergairah untuk meraihnya. Meskipun terkadang kita harus kembali pada statement di atas.

Seandainya

Layak nya kehangatan pagi Layak nya kesejukan alam Menyambut datangnya setiap kisah dan keluh manusia. Matahari yang terbangun pagi ini tetap seperti biasanya. Tanpa kenal lelah dan letih dia terus menyinari bumi ini. Tanpa rasa kesal dan kecewa kepada apa yang telah kita lakukan padanya selama ribuan abad. Lihatlah betapa tegarnya dia melaksanakan perintah dari yang menciptakan dirinya. Perlahan ku tenang kan segala sesak dalam dada. Aku mencoba menghirup aroma alam yang begitu membuat dada terasa sangat lapang. Aku mencoba mengambil seuntai dahan. Dan ku temui segerombolan embun pagi menyelinap dibaliknya. Ku teteskan pelan pelan dan pelan. Ah.. terasa begitu segar , nikmat. Sejenak ku pejamkan mata ku. Benar benar ku nikmati harmoni ciptaan ALLAH ini. Benar - benar tak ingin aku beranjak dan berlari. Aku merasa rotasi bumi benar benar memutarkan tubuhku yang tak berdaya ini. Aku merasakan kesejukan alami yang begitu terasa sempurna. Dan tak ku ketahui, bum..... Semuanya h...

7 Days # Touch and Feel

Memejamkan kedua mata di bawah langit malam yang gelap Memegang erat rerumputan di sekitar tubuhku Menghirup aroma alam yang tak semua manusia rasakan Mendengar setiap lantunan syair alami nan merdu Merasakan kesendirian yang teramat sepi Merasakan dinginnya malam Merasakan setiap detak jantung melemah Merasakan ironi demi ironi hidup Suara angin mendekat Menerpa seluruh tubuh Tetes air hujan menyambut Menghapus setiap peluh Bila kau dengarkan, Bila kau rasakan, Semuanya akan kau rasakan.. Ya ... semuanya