Skip to main content

Posts

Masjid Cheng Ho Surabaya

Bissmillah, Wah, ini nih.. Pengalaman ini udah lama banget sebenarnya.. Udah 2 tahun yang lalu.. Eh buka buka file foto - foto di harddisk ada foto masjid ini. Sebenarnya selain masjid ini cukup punya nilai historical yang sangat luar biasa. Bagaimana penyebaran agama islam yang disebarkan oleh seorang warga cina. Sehingga untuk menghormati jasa nya, penduduk sekitar membuat masjid berasitekturkan cina. Masjid seperti ini pun, tak hanya ada di Surabaya. Masjid lain yang memiliki keunikan seperti ini, juga ada di Pasuruan , Jawa Timur. Namun, karena waktu itu saya berada di Surabaya, akhirnya saya hanya bisa pergi ke Masjid ini. Waktu itu sih saya pergi sendiri dengan menggunakan sepeda motor. Saya juga lupa gimana arahnya sekarang.. --" Nah, langsung aja nih ya.. Foto-foto waktu saya kesitu.. Prasasti  Waktu itu Hari Jumat, sehingga depannya dikasih terpal

Jalanku Sederhana

Harapku sederhana. Bila dunia patahkan itu semua Jiwa ini akan tersentak dalam diam Hati ini pun akan muram Asaku sederhana Bila takdir tak temui asa Jiwa ini akan terjatuh lemas Hati ini pun akan menangis Mimpiku sederhana Bila kenyataan jadi jawaban Jiwa ini akan terluka namun kadang bahagia Hati ini kadang sendu, kadang tertawa Hidupku tak sederhana Bila dunia, takdir, dan kenyataan menyapa Jiwa dan hati ini akan diam, lemas, terluka , bahagia Jiwa dan hati ini pun akan muram, menangis, sendu, tertawa

Trip to Pantai Indrayati dan Pantai Pok Tunggal Gunung Kidul Yogyakarta

Bissmillah.. Mmm.. sebenarnya trip ke pantai ini sudah berlalu cukup lama. Kira kira setahun yang lalu saya pergi ke kedua pantai berpasir putih ini. Tapi tidak ada salahnya jika saya mencoba share pengalaman ketika bepergian ke kedua pantai ini. Saya melakukan perjalanan ini dengan naik sepeda motor dari kota Yogyakarta, berangkat pagi hari dan butuh waktu sekitar 2-2,5 jam untuk sampai di kawasan pantai Gunung Kidul, maklum.. pantai di gunung kidul berderet-deret dan hanya terpisahkan tebing-tebing tinggi yang menjulang, sehingga ketika kita pergi ke kawasan Gunung Kidul, wisata pantai nya cukup banyak dan cukup memuaskan untuk tujuan wisata. Infrastruktur jalan pun cukup mendukung, kecuali kalo jalan masuk ke pantai nya.. ada sebagian yang masih belum di aspal bahkan masih baru dibuka saat saya berkunjung waktu itu, yaitu salah satunya jalan ke pantai Pok Tunggal. Tujuan pertama saya yakni pantai Indrayati, pantai ini cukup terkenal , selain yang katanya seperti di Bali, nam...

Pesan Tiket Kereta Online dan Bayar Lewat Payment Point [ Alfamart, Alfamidi , Indomaret ]

Bissmillah Setelah sekian lama tidak menulis dan share lagi di blog ini, saya akan mencoba untuk mulai aktif untuk menulis dan membagikan pengalaman dan kegiatan saya. Mungkin karena, kesibukan persiapan, pendaftaran dan masa awal perkuliahan yang harus dimulai dari semester awal, membuat saya harus sedikit melupakan blog ini.. Selain harus pindah kampus 3 kali dalam jangka waktu 1 tahun, mulai dari ITS, UGM dan sekarang berakhir di STAN, membuat saya sangat memiliki waktu yang sedikit untuk menulis di blog ini. Oke, well Saya akan share tentang pengalaman saya saat memesan tiket melalu situs PT Kereta Api Persero dan melakukan pembayaran melalui payment point seperti Alfamart, Alfamidi atau Indomaret. Biasanya saya memesan online melalui aplikasi Paditrain melalui smartphone Android saya, lalu melakukan pembayaran melalui i - banking mandiri. Tetapi karena berhubung tidak ada saldo yang mencukupi di debit saya, maka saya mencoba untuk memesan tiket kereta api melalui situs tik...

Yang Melalaikan

Yang terkadang  Hati tak lagi mampu merasakan, setiap getaran yang datang menghampirinya Yang terkadang Mulut tak lagi kuasa mengatakan, setiap kata yang tertahan Yang terkadang Mata tak lagi mampu memperlihatkan, setiap kebenaran yang tampak Namun bukan itu yang membuat kita mati , bukan itu yang membuat kita hancur berkeping- keping Bukan sakit yang teramat  Bukan lelah  Bukan jenuh Namun, hanya itulah yang terkadang membingungkan Berlari kau kesana kesini,  Melongok matamu kesan kesini Namun tiada kau dengar Namun tiada kau rasa Kemana, kemana hendak kau pergi Kemana, kemana dirimu ini akan kau sandarkan Bukan itu yang hilang Namun, hanya dunia yang fana yang melalaikan

Mencoba Keluar

Ketika segenap jiwa dan tubh ini terhempas angin di atas karang pantai yang menjulang, ku coba memjamkan mata, ku coba membayangkan setiap hal yang terlintas dalam kehidupanku. Ketika terik nya sang surya menyapa ku, aku coba berlindung, aku mencoba bertahan dari sinarnya yang begitu terik. Tak banyak yang bisa ku lakukan selain hanya terdiam, merenung dalam kesepian. Aku selalu mencoba melangkahkan kaki setiap waktu, selangkah , dua langkah, tiga langkah hingga bahkan aku mencoba sekuat tenaga yang tersisa untuk berlari jauh. Aku tak ingin selamanya terdiam dalam kesepian ini. Kesepian yang akan membuatku semakin tak karuan, kesepian yang hanya akan membuatku tak lagi mampu merasakan setiap denyut nadi kehidupan Jauh, memang teramat jauh cahaya itu menyambutku, berat , berat rasanya untuk berlari ke sana. Terkadang aku harus berhenti untuk menghela nafas, berhenti untuk meneguk setetes air, dan berhenti untuk meregangkan otot otot ku yang mulai kaku. Aku sangat ingin ke sana,...

Daun

Bila ku lihat dari kejauhan semuanya seolah berjalan menjauh dari ku. Seolah kehidupan ku terbuang ke sisi lain dari dunia yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. Semuanya nampak tak beraturan, semrawut dan tak tertata. Sedikit hal yang bagi ku membanggakan, namun banyak hal bagiku yang mengecewakan bahkan tak termaafkan. Seperti daun yang terjatuh dari tempat ia hidup dan berjuang serta belajar mengerti tentang apa yang  dibebankan kepadanya. Daun itu terhempas jauh tak berarah, menjauh dan tak karuan tujuannya. Hingga akhirnya daun itu pun terjatuh di sebuah sungai, membawa nya serta membasuhnya dalam setiap deru riak air yang membawanya. Nampak daun itu sekarang lebih bersih, namun tubuhnya terkoyak tak karuan karena menghantam bebatuan sungai yang keras. Namun, entah seberapa banyak dan sakitnya koyakan itu, daun itu tetap terbawa arus hingga ke lautan nan biru. Riuh ombak nan merdu membawanya jauh ke tengah samudra. Yang kosong, sepi dan hanya deburan ombak kecil ya...